Diceritakan pada suatu hari ada seorang cowok yang sedang berjalan meuju desa sebrang yang kebetulah tidak mengecewakan jauh dari desanya untuk memjenguk sang paman yang usang tak jumpa...
Setapak demi setapak cowok itu melangkahkan kakinya, lereng gunung, sawah dan hamparan rumput ilalang telah cowok itu lewati, dan pada kesudahannya cowok itu merasa sedikit lelah dan tetapkan mencari daerah beristirahat yang tepat sambil menyantap bekal yang ia bawa dalam menempuh perjalanan..
Tak usang mencari, kesudahannya sang cowok melihat pohon besar nan rindang yang bangun tegak di hamparan rumput yang cukup luas nan hujau, dihiasi hamparan rumput ilalang yang sesekali bergoyang menyambut irama angin nan sepoy sepoy...
Pemuda : waahhh, kayaknya yummy nih duduk dibawah pohon sambil santap siang...
Tanpa berfikir panjang cowok itu mendekati dan duduk santai dibawah pohon tersebut sambil membuka kotak makanan dan pincukan nasi bekal dari simbok.
“Sungguh memang benar benar daerah yang tepat untuk melepas lelah”, kata sang pemuda.
“Mantappp, simbok memang selalu tau apa yang saya mau, ini gres makan glamor sekaligus mepet sama sawah, heheheyyyyy sikattttt.....” lanjutnya.
Dengan penuh gairah dan semangat cowok itu melahap semua bekal yang ia bawa, alasannya yakni saking lapar dan lelahnya ia selama perjalanan.
Setelah selesai melahap semua bekal, ia duduk leyeh leyeh sambil bersandar dibawah pohon besar tersebut..
Saat sedang santai santainya ia duduk, tidak sengaja ia lihat keatas pohon besar tersebut, usang ia mengamati pohon tersebut, datang tiba terbesit sesuatu di benaknya dan kemudian ia berkata :
Pemuda : Looohh, kok pohon sebesar ini tapi justru buahnya sangat kecil,??
Wahh Tuhan nggak adil nihhh, harusnya pohon sebesar ini kan buahnya besar juga harusnya, masa pohon besar buahnya sangat kecil, ternyata Tuhan masih tidak adil....
Lumayan usang cowok menggunjing dan menggerutu atas pemikiranya tadi.
Sunnguh tidak adil Tuhan dinilaiya.
Tak selang beberapa usang cowok itu tertidur,karena saking sejuk dan rimbunnya pohon besar itu..
Dan ketika cowok itu tidur pulas, datang tiba buah dari pohon besar itu jatuh mengenai kepalanya..
“bletakkk”.. buah beringi itu jatuh mengenai kepala cowok tersebut
Pemuda : waduhhh sialan,...
Namun tak beberapa ketika kemudian cowok itu sadar, jatuhnya buah tersebut menciptakan cowok tersebut sadar..
Pemuda : Waduuhhh, ternyata Tuhan maha adil yaa, saya nggak kebayang kalo pohon sebesar ini kemudian buahnya besar pula dan jatuh tepat dikepala saya ibarat tadi, saya nggak kebayang kaya apa kepala saya sekarang...!!!!
Beberapa ketika kemudian cowok tersebut melanjutkan perjalanan kerumah paman yang kebetulan sudah dekat.
Sesampainya dirumah paman, cowok tersebut menceritakan apa yang ia alami selama beristirahat dibawah pohon besar tadi.
Betapa jengkelnya cowok tersebut sehabis diceritakan semuanya justru pamanya malah tertawa puas, seolah mensyukuri insiden tersebut.
Paman : Hahahaha, oalah cah bagus, makanya jangan sembrono kau itu, lha wong Gusti Alloh buat bercandaan.
“Nih dengerin baik baik, seandainya semua air bahari dijadikan tinta dan semua pohon didunia ini dijadikan pena saja belum cukup untuk menulis semua ilmu dan kebesaran Gusti Alloh, dan juga tidak semua yang terlihat baik luarnya itu baik juga dalamnya, begitu juga sebaliknya, pola : tomat yang berwarna merah merona dan telah matang siap santap, ehh sehabis dibelah justru dalamnya banyak ulatnya, dan masih banyak pola lainya, jadi masih mau sembrono dalam menilai sesuatu?” ...kata sang paman
Pemuda : hehehe Iya paman, saya mengerti sekarang...
NB : Sooo, masih mau menyalahkan Tuhan atas dasar ketidak tahuan dirimu akan sempurnanya ciptaan Tuhanmu??? MasyaAlloh..
Semoga bermanfaat !!!
Inspirasi : Ceramah UJE ( Ust. Jefry Al-Bukhori )
About Me : Muhammad Khoerudin
Buat lebih berguna, kongsi:

