Di dalam kitab "Syu'abul Iman", Imam Baihaqi meriwayatkan sebuah hadits yang bersumber dari Umar bin Hammad. Dia menyampaikan bahwa, ada seorang pria bercerita kepadanya, bahwa sobat Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab gres saja simpulan melaksanakan ibadah Thawaf. Tiba-tiba bertamu dengan seorang Arabi yang mendengus kelelahan alasannya yaitu menggendong ibunya...
Orang Arabi itu berkata pelan : "Aku kendaraan ibuku, tidak akan lari walau tanpa kendali, kalau kendaraan lain takut dan ngeri, saya tidak akan takut dan tidak ngeri, sungguh sangat besar jasanya, beliau telah mengandung, menyusuiku, membelai, menyayangi, sampai tumbuh dewasa."
Kemudian Arabi itu berseru :
Yang artinya : "Ya Allah, saya penuhi segala panggilan-Mu."
Menyaksikan adegan yang sangat dramatis, Ali bin Abi Thalib kemudian berkata : "Wahai Abi Hafsin, marilah kita kembali berthawaf bersamanya. Semoga rahmat Allah senantiasa dicurahan kepada kita."
Umar bin Khaththab pun memenuhi usul Ali bin Abi Thalib. Dan orang Arabi itu kemudian masuk Masjidil Haram melaksanakan thawaf sambil menggendong ibunya. Dan kata-kata di atas di ulang dengan nada bunyi yang menyentuh hati setiap manusia yang mendengarnya.
Maka Ali bin Abi Thalib membalas dengan kata-kata yang pelan dan datar : "Bila kepada ibumu engkau berbakti, maka Allah SWT yang paling bersyukur. Dia membalas amal baktimu dengan pahala yang amat besar, sekalipun amal yang engkau lakukan amat sangat sedikit."
Di dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas ra. disebutkan bahwa ada seorang yang tiba kepada Nabi Muhammad SAW kemudian berkata : "Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berjihad, akan tetapi saya tidak bisa melakukannya (barang kali orang ini sangat lemah atau anggota badannya ada yang cacat, sehingga ia berkata bahwa ia tidak bisa berjihad)."
Mendengar itu Nabi Muhammad SAW bertanya kepadanya : "Apakah orang tuamu masih hidup?." Orang itu menjawab : "Ya, Ibuku masih hidup." Kemudian Rasulullah bersabda : "Bertaqwalah kepada Allah SWT dalam hal melayani dan mentaati ibumu. Jika engkau melaksanakan ini, engkau dianggap melaksanakan haji, umroh, dan berjihad. Jika ibumu memanggilmu, bertaqwalah kepada Allah SWT dalam hal mentaatinya, engkau jangan mendurhakainya dan layanilah ia dengan sebaik-baiknya."
Dari sanad Ibnul Al-Jauzi, dikatakan bahwa Umar melihat seorang pria yang membawa ibunya dengan diikat pada punggungnya. Dia melaksanakan thawaf di Baitullah, kemudian berkata : "Aku membawa ibuku dan dialah yang membawa diriku di waktu saya masih kecil. Dialah yang menyusuiku dengan air susunya beberapa kali."
Selanjutnya Umarpun berkata : "Seandainya saya bersama ibuku, kemudian saya melaksanakan apa yang engkau lakukan (terhadap ibumu), maka hal itu lebih baik daripada memperoleh onta merah."
Tags : cerita kisah islami, kisah islam, sejarah nabi muhammad, cerita kisah nyata, cerita islam, kisah islami, kisah kisah islam, cerita islami, kisah mengharukan cinta, teladan islam, kisah faktual islami, kisah inspiratif islami, kisah wangsit islami, kisah pola islam, kisah nasihat islami, cerita nabi, kisah kisah islami, kisah anak islami, cerita kisah nabi, cerita kisah nabi, cerita sejarah nabi, teladan islam, kisah teladan, kisah islam, kata kata mutiara, kata mutiara mutiara
Buat lebih berguna, kongsi:
