Biografi Ir Soekarno Part 4 : Turun Dari Jabatan (Selesai)

Biografi Singkat Ir Soekarno


Ada banyak hal permasalahan yang dihadapai di masa demokrasi terpimpin, salah satunya yaitu protes keras dari banyak pihak intelektual yang mengkritik keputusan Dekrit & terciptanya Demokrasi Terpimpin. Bentuk pemerintahan ini dinilai menghianati makna demokrasi yang sebenarnya dan membuka pintu bagi kediktatoran dengan kekuasaan yang terlalu terpusat pada satu sosok, yaitu Soekarno. Kritik terhadap Soekarno ini dilakukan bukan hanya oleh tokoh mahasiswa ibarat Soe Hok Gie, tapi juga para kawan-kawan seperjuangannya ibarat Moh Hatta, Sjahrir, dan juga Natsir.

Tapi di antara semua problem itu, problem perebutan Irian Barat yang tidak beres-beres udah belasan taun. Akhirnya, Soekarno mempercayakan problem keamanan dan teritorial tersebut kepada 3 jendral terpercayanya. Secara umum, problem pertahanan ini ia percayakan pada Jenderal Abdul Harris Nasution. Untuk mengurus pemberontak ibarat Negara Islam Indonesia dan PRRI-Permesta, ia percayain kepada perwira nya untuk meredam pemberontakan yaitu Mayor Jenderal Ahmad Yani. Untuk problem Irian Barat ia percayakan kepada hebat seni administrasi lapangan yaitu (Kostrad), Mayor Jenderal Suharto.




Dari ketiga jendral ini, Ahmad Yani merupakan prajurit kesayangan Sukarno. Bahkan menurut informasi yang berkembang di kalangan petinggi militer maupun sipil, Sukarno sedang mempertimbangkan Ahmad Yani sebagai calon presiden. Tapi di sisi lain, ada juga tokoh berpengaruh yang punya pendukung paling banyak di masa Demokrasi Terpimpin, yaitu Ahmad Aidit yang merupakan Ketua Comite Central PKI.




Ketegangan politik pada kurun Demokrasi Terpimpin balasannya pecah dalam 1 insiden yang sangat luar biasa. Yaitu gerakan 30 september 1965 dimana terjadi pembunuhan kepada 7 perwira tinggi. 6 jendral terbunuh termasuk Ahmad Yani dan 1 jendral selamat yaitu AH. Nasution. Peristiwa inilah yang menjadi titik peralihan kekuasaan dari pemerintahan Presiden Sukarno ke Presiden Soeharto.

Turun Jabatan hingga Menutup usia (1966 - 1970)


Akibat insiden 30 September 1965, terjadilah inflasi tinggi. Harga-harga kebutuhan pokok naik.

Demonstrasi mahasiswa makin meluas dan munculnya mosi tidak percaya terhadap presiden Soekarno dan 3 point utama, yaitu:
  1. Membiarkan G30SPKI terjadi
  2. Membiarkan ekonomi merosot
  3. Menjatuhkan etika bangsa dengan perilaku-perilaku “genit” terhadap perempuan.
Soekarno balasannya betul-betul sendirian. Setelah lengser, Kesehatan Soekarno makin parah dan juga menjadi tahanan rumah dengan penjagaan ketat dan pertolongan medis seadanya. Akhirnya pada 21 Juni 1970 pukul 07.00 pagi Ir. Soekarno meninggal dunia. Soekarno pernah meminta untuk dimakamkan di Istana Batu Tulis Bogor, akan tetapi Presiden Suharto menentukan Kota Blitar, sebagai daerah peristirahatan terakhir Bung Karno.


Biografi singkat Soekarno PART 1, PART 2, PART 3, PART 4


Buat lebih berguna, kongsi:
close