
Baihaqi meriwayatkan, bahwa seorang pria telah bertanya kepada Jabir bin Samarah, "Apakah Rasulullah SAW wajahnya mirip pedang?" Jabir menjawab, "Tidak, melainkan lingkaran mirip matahari dan bulan." Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim dengan sanad yang berbeda.
Di dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan dengan tambahan, "Dan saya melihat di atas pundaknya ada stempel kenabian sebesar telur burung dara ibarat warna kulit tubuhnya."
Diriwayatkan dari Abu Thufail, dia berkata, "Saya telah menyaksikan Nabi SAW dan tidak ada seorangpun yang pernah menyaksikan dia masih hidup selain saya," kami katakan kepadanya, "Sifatkanlah kepada kami wacana fisik Rasulullah SAW." Dia mengatakan, "Dia itu berkulit putih higienis dan berwajah sangat tampan." Diriwayatkan oleh Muslim dari Said bin Mansur.
Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib RA. dari beberapa jalur, dia berkata, Rasulullah SAW telah mengutus saya ke Yaman. Pada suatu hari saya berkhutbah di hadapan orang banyak dan ada seorang Pendeta Yahudi berdiri, di tangannya memegang kitab suci (Taurat) yang sedang dibacanya. Ketika melihat saya dia berkata, "Beritahukan kepada kami sifat-sifat fisik Abu Qasim." Maka Ali bin Abu Thalib berkata, "Rasulullah itu tubuhnya tidak pendek dan juga tidak tinggi sekali, rambutnya tidak keriting sekali dan juga tidak lurus. Dia, rambutnya berombak, kepalanya kokoh besar, rambutnya ada sentuhan warna kemerah-merahan, tulang-tulang persendiannya terlihat kokoh, jari tangan dan kakinya kuat, bulu dadanya sampai perut lebat, bulu matanya panjang, kedua alis matanya bersambung, dadanya bidang dan kedua pundaknya kekar dan jikalau berjalan bergoyang seperti turun dari jalan yang melandai. Saya belum pernah melihat orang mirip dia sebelum dan sesudahnya."
Ali bin Abu Thalib berkata, "Kemudian saya diam", kemudian pendeta itu berkata kepadaku, "Lalu apa lagi?", Ali berkata, "Hanya ini yang sanggup saya katakan." Pendeta itu berkata, "Pada kedua matanya terdapat warna kemerahan, jenggotnya sangat bagus, mulutnya indah dan kedua telinganya sangat sempurna, jikalau menghadap ke depan maka ia menghadap dengan seluruh badannya dan jikalau menoleh ke belakang dia menoleh dengan seluruh tubuhnya." Maka Ali bin Abu Thalib berkata, "Demi Allah, semua itu yaitu sifat-sifat beliau." Pendeta itu berkata, "Dan ada sesuatu yang lain?" Ali bertanya, "Apa itu?" Pendeta itu berkata, "Dan bab atas punggung erat lehernya sedikit besar?" Ali menjawab, "Itulah yang saya katakan kepadamu tadi, yaitu seperti dia sedang turun dari tanah yang melandai." Pendeta itu berkata, "Sesungguhnya saya mendapat kesemuanya itu di dalam kitab suci bapak-bapakku. 'Apakah kau dapatkan dia diutus di Tanah Haram Allah dan rumah-Nya, kemudian berhijrah ke tanah haram yang diharamkan oleh dia sendiri, kemudian memiliki kehormatan mirip kehormatan tanah haram yang diharamkan oleh Allah. Kamu mendapat pembelanya (Kaum Anshar), yang kepada mereka dia berhijrah suatu kaum dari anak Umar bin Amir yang sebelumnya beragama Yahudi'." Ali bin Abu Thalib menjawab, "Benar, benar..!, dialah Rasulullah SAW." Pendeta itu berkata, "Jika begitu, sesungguhnya saya bersaksi bahwa dia yaitu seorang nabi, dia yaitu utusan Allah kepada seluruh manusia. Atas dasar itulah saya hidup, mati dan dibangkitkan In Sha Allah."
Perawi mengatakan, "Maka Pendeta itu selalu tiba kepada Ali bin Abu Thalib semoga diajarkan Al-Qur'an dan syariat-syariat Islam, kemudian Ali meninggalkan Yaman, sedang Pendeta itu menetap di Yaman sampai meninggal pada masa kekhalifahan Abu Bakar As-Shidiq. Dia beriman kepada Rasulullah SAW dan membenarkan kenabiannya.
Dalam riwayat lain di dalam Shahih Bukhari, dari Hamad bin Zaid, dari Tsabit, dari Anas, dia berkata, "Saya tidak pernah memegang permadani, sutera dan sesuatu apapun lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah SAW dan saya tidak pernah mencium wewangian yang lebih anyir daripada anyir tubuh Rasulullah SAW."
Diriwayatkan pula dari Anas, dia berkata, "Rasulullah SAW itu, badannya sangat harum dan keringatnya seolah-olah dari permata. Apabila berjalan tubuhnya bergoyang. Saya tidak pernah menyentuh sehelai sutera pun atau permadani lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah SAW dan saya tidak pernah mencium minyak misik dan juga minyak ambar lebih harum daripada harumnya Rasulullah SAW."
Pemberitaan wacana banyak sekali sifat fisik Nabi SAW sangat banyak. Kesemuanya menunjukkan, bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya bentuk fisik dan budbahasa yang paling manis dan sempurna, sehingga insan tidak berpaling dari dakwahnya dengan dalih jelek fisiknya. Dalam hal ini, keadaan dia tidak berbeda dengan keadaan para nabi dan rasul lainnya.
Diriwayatkan di dalam hadits, bahwa cap (stempel) kenabian yang terdapat di antara pundaknya sebesar telur burung dara ibarat warna kulitnya. Imam Bukhari dan ulama-ulama sebelumnya menyampaikan bahwa cap kenabian terdapat di antara dua bahu Rasulullah SAW, sebagai aba-aba sebenarnya tidak ada nabi lagi sesudahnya. Bukhari menambahkan bahwa sebagian ulama beropini letak cap itu di antara dua pundak, alasannya kawasan tersebut merupakan kawasan masuknya setan ke dalam diri manusia. Maka, cap tersebut merupakan penjagaan bagi Nabi SAW dari masuknya setan.
Adapun wacana kemuliaan asal-usulnya dan kesucian nasabnya, telah diriwayatkan di dalam banyak hadits. Antara lain ialah hadits riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Saya dibangkitkan dari Zaman paling baik dari zaman bani Adam, masa demi masa, sampai saya dilahirkan pada zaman kelahiranku."
Di dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Wailah bin Asqa', dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda,"
"Sesungguhnya Allah telah menentukan Quraisy dari Bani Ismail, dan menentukan Bani Hasyim dari Quraisy dan menentukan diri saya dari Bani Hasyim. Sesungguhnya Allah Ta'ala telah berfirman, 'Allah telah mengetahui di mana Dia menempatkan kiprah kerasulan'."
Sumber : Keagungan Mukjizat Nabi Muhammad SAW. Oleh : Syeikh Said Abdul Azhim. Hal. 96-100
Buat lebih berguna, kongsi:
