Derma Bubuk Bakar

Abu Bakar ialah seorang sobat bersahabat nabi Muhammad saw  Pertolongan Abu Bakar

Abu Bakar ialah seorang sobat bersahabat nabi Muhammad saw. Beliau golongan pertama yang masuk islam. Pada awal penyebaran Islam di Makkah, ia begitu  bersemangat mengajak orang-orang masuk islam. Dengan usahanya yang begitu gigih, ia berhasil mengajak beberapa orang yang dikenalnya masuk ke dalam islam.
Suatu hari , Abu Bakar mengetahui bahwa ada seorang budak pria yang berjulukan Bilal. Masuk Bilal ke dalam ke dalam Islam diketahui oleh tuannya yang berjulukan Umayyah. Umayyah sangat murka denga keislaman budaknya tersebut sehingga Bilal di bawa ke padang pasir yang sangat panas untuk dianiaya. Di ketika matahari bersinar dengan teriknya itu, badan Bilal dibaringkan telentang menghadap matahari. Pada waktu itu, seandainya ada sepotong daging diletakkan di padang pasir itu,beberapa jam lalu daging itu menjadi kering.

Tidak cukup hingga disitu. Umyyah lalu meletakan sebuah  watu besar di atas dada Bilal. Umayyah melaksanakan semuai itu sebab ingin mengembalikan Bilal kepada agamanya yang lama. Saat itu Umayyah berkata,” Kamu tidak akan kulepaskan dari siksaan ini. Aku akan melepaskan penderitaanmu jika kau mau mendustakan Muhammad dan kembali mengikuti agamamu yang dahulu, menyembah berhala-berhala Latta dan Uzza.”

Bilal menjawab dengan tegas dan tidak gentar sedikitpun seraya berkata,” Ahad.. Ahad…Ahad…!”

Pada ketika itu Abu Bakar tiba dan menegur Umayyah,”Hai, Umayyah! Tidakkah engkau takut kepada yang kuasa yang menjadikanmu ketika engkau menganiaya orang yang engkau anggap rendah ini? Sampai kapan engkau akan menganiaya orang ini?”

Umayyah menjawab,” Bukankah engkau yang mula-mula merusak orang ini?”

Abu Bakar,” Oh, jadi saya yang telah merusak orang ini?”

Umayyah menyahut,”Ya, orang ini ialah budakku, mengapa engkau menyuruhnya untuk mengikuti Muhammad?”

Mendapatkan tanggapan menyerupai itu, Abu bakar lantas mencoba untuk membebaskan Bilal dengan membelinya dari Umayyah. Pada awal nya Umayyah keberatan untuk menjual, namun Abu Bakar terus berusaha untuk bisa membeli Bilal dari Umayyah.

“Hai, Umayyah, sebenarnya budakmu ini sudah terluka dan tak bisa lagi bekerja untukmu. Untuk apa lagi engkau tetap memilikinya?” Aku menawar budakmu dengan harga yang lebih mahal dari harga budak pada umumnya sehingga engkau akan mendapat laba dari hal ini,” kata Abu Bakar mencoba meyakinkan Umayyah.

Akhirnya, Umayyah tertarik dengan anjuran Abu bakar dan menjualnya Bilal kepada Abu Bakar. Lalu, Bilal dibawa Abu Bakar ke rumahnya dan di rawat luka-lukanya. Setelah sehat, Abu bakar lalu memerdekakan Bilal dari statusnya sebagai budak. Selanjutnya, Bilal menjadi seorang yang memeluk islam dengan sungguh-sungguh.

Setelah Abu bakar menolong dan membebaskan Bilal, Allah lalu menurunkan wahyu kepada Rasulullah saw. Yang isinya:

“Demi malam apabila menutupi(cahaya siang), dan siang apabila jelas benderang, dan penciptaan pria dan perempuan,sesungguhnya perjuangan kau memang berbeda-beda. Ada pun orang yang memberikan(harta di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik(surga) maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

Dan adapun, orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik maka kelak kami akan menyiapkan baginya(jalan) yang sukar. Dan, hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban  kamilah memberi petunjuk.

Dan, sebenarnya kepunyaan kamilah darul abadi dan dunia. Maka, kami memperingatkan kau dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya, kecuali orang yang paling celaka, yang akan mendustakan(kebenaran) dan berpaling(dari iman).

 Dan, kelak akan dijatuhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorang pun menunjukkan suatu kenikmatan kepadanya yang harus dibalasnya,tetapi (dia menunjukkan itu semata-mata) sebab mencari keridaan Tuhannya yang maha tinggi. Dan, kelak beliau benar-benar mendapat kepuasan.” (QS al-Lail[92]: 1-21)
Buat lebih berguna, kongsi:

Trending Kini: