Teladan Islam | Keutamaan Berbakti Kepada Orang Renta (7)


Allah SWT telah memerintahkan semoga mentaati dan melayani orang tua. Semua itu sanggup dengan cara menaati apa yang mereka perintahkan selama hal itu tidak tidak boleh oleh agama. Apa yang mereka perintahkan harus didahulukan daripada melaksanakan perkara-perkara yang sunnat. Demikian pula menghindari segala yang tidak boleh mereka, membelanjakan harta (kita) untuk mereka dan memnuhi segala yang mereka butuhkan....


Sudah seharusnya seorang anak melayani kedua orang tuanya, berbuat yang terbaik untuk mereka dan mendahulukan kepentingan serta kebutuhan mereka daripada dirinya sendiri.

Apabila kedua orang bau tanah atau salah satu seorang diantara mereka telah lemah dan sakit-sakitan alasannya yaitu usia telah lanjut, sakit dan memerlukan pelayanan, maka layanilah mereka. Hendaklah kita merendahkan diri dihadapan mereka.

Disamping melayani mereka, hendaklah kita juga mendo'akan mereka alasannya yaitu kita masih kecil, orang bau tanah kita membesarkan kita dengan kasih sayang dan kelembutan. Maka hendaklah kita juga mendo'akan mereka. Misalnya dengan do'a dibawah ini :

Artinya : "Ya Allah, ampunilah saya dan kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihani dan mendidik saya semenjak kecil ."

Allah SWT memerintahkan untuk melayani orang bau tanah dengan hati yang ikhlas.

Ada suatu riwayat. Ada seseorang pria tiba kepada fudhail bin Iyadh. Dia bertanya : "Amal kebajikan apa sajakah untuk berbakti kepada orang tua?" Fudhail menjawab : "Jangan malas melayani orang bau tanah dan jangan menunda-nunda dalam melaksanakan perintahnya. Begitu mereka memberi perintah, maka laksanakanlah berdasarkan cita-cita mereka. Amal kebajikan lainnya adalah, jangan engkau meninggikan bunyi dihadapan orang tua, taatiah mereka selagi mereka masih hidup."

Umar ra berkata : "Janganlah mencegah apapun yang diinginkan oleh orang tua. Berikanlah makanan, pakaian, dan keperluan mereka lainnya."

Ada sebuah cerita. Pada zaman dahulu ada orang bau tanah yang memiliki 3 orang anak. Ketika ayahnya sedang sakit keras menjelang maut menghampiri, anak yang tertua berkata kepada adik-adiknya : "Ambillah semua warisan dari ayah untuk kalian berdua dan saya cuma ingin kiprah melayani ayah diberikan kepadaku."

Setelah ayahnya meninggal dua anak yang tertua tersebut bermimpi melihat ayahnya tiba kepadanya dan berkata : " Wahai anakku, pergilah ke tempatku, maka kau akan menemukan uang sedinar dan ambillah, pasti kau akan memperoleh keberkahan dari uang dirham itu."

Kemudian anak tersebut terbangun dari tidurnyam kemudian pergi ke daerah yang ditunjukkan oleh ayahnya dalam mimpi. Anak itupun menemukan uang tersebut, akan tetapi ia tidak mengambilnya.

Pada malam yang kedua kembali ayahnya tiba menemuinya dan menyuruhnya mengambil uang dinar itu, tetap ia menolak untuk mengambilnya. Dan malam yang ketiga kejadian itu terjalin lagi sebagaimana malam-malam sebelumnya.

Setelah tiga malam berturut-turut didatangi ayahnya dalam mimpi, kesannya pada keesokan harinya ia mengambil uang tersebut dan dibelikan seekor ikan besar. Ketika hingga dirumah is memotong-motong dan mencuci ikan itu untuk dimasak. Akan tetapi tiba-tiba di dalam perut ikan tersebut terdapat dua buah mutiara. Lalu ia menjualnya dengan harga 60.000 dinar.

Pada malam harinya sehabis ia bersyukur kepada Allah SWT ia tertidur. Di dalam tidurnya ia melihat seseorang tiba seraya berkata : "Berkah itu kau peroleh alasannya yaitu baktimu untuk melayani orang tuamu."
Buat lebih berguna, kongsi:
close