Biografi Rahmad Darmawan – Instruktur Sepakbola Terbaik Indonesia

 Setelah Indonesia berhasil masuk ke babak akibat sepakbola pada SEA GAMES  Biografi Rahmad Darmawan – Pelatih Sepakbola Terbaik Indonesia
Rahmat Darmawan
Setelah Indonesia berhasil masuk ke babak akibat sepakbola pada SEA GAMES 2013 tahun ini, nama Rahmad Darmawan kembali menjadi buah bibir. Pasalnya, beliaulah yang telah berjasa mengantar Indonesia ke babak akibat sepakbola yang paling bergengsi se-Asia Tenggara. Sebelum di “asuh” oleh Rahmad Darmawan, kualitas sepakbola tanah air sangatlah terpuruk bahkann stagnan. Jangankan untuk ke babak akibat se Asia Tenggara, untuk ke perempat akibat saja jarang.

Siapakah sebetulnya Rahmad Darmawan. Bgaimana sepak terjangnya di dunia pesepakbolaan Indonesia. Berikut ini akan diulas Biografi Rahmad Darmawan.

Menjadi Pemain Sepakbola

Rahmad Darmawan atau lebih dikenal Rahmad atau Coach RD lahir pada tanggal 26 November 1996 di Metro, Lampung. Karirnya di dunia sepakbola diawali menjadi pemain Sepakbola di Lampung sampai ikut memperkuat tim Lampung dalam PON ke-11.

Karena prestasinya sangat menonjol, Rahmad lalu diangkat menjadi pemain Timnas U-23 dan dilanjutkan dalam Timnas Senior dimana Rahmad telah membela Indonesia dalam SEA GAMES 1989 di Kuala Lumpur, Malaysia. Teman-teman Rahmad semasa itu yakni ibarat Jaya Hartono, Robby Darwis, dan Fachry Husain.

Di masa 90-an, Rahmad menerima lamaran dari ABRI yang meminta dirinya untuk bergabung dalam PS ABRI. Di sana selain mennjalani sekolah wajib militer, Rahmad juga didaulat melatih tim sepakbola Angkatan Laut.

Pengalaman Rahmad dalam merumput semakin terasah. Banyak pertandingan telah dilakoninya. Hingga suatu dikala ia mengalami kecelakaan ketika bertanding sampai mmebuat dirinya memutuskan untuk tak lagi menjadi pemain.

Menjadi Pelatih

Rahmad lalu memutuskan untuk menjadi instruktur saja. Untuk menambah bekalnya dalam  melatih, Rahmad juga mengasah dirinya dengan bersekolah di luar negeri yaitu mengambil kursus kepelatihan C, B dan A License AFC, COnditioning Coach of Football di Malaysia dan dilanjutkan dengan terbang ke Jerman untuk mengikuti Internasional Coaching Coach.

Bagi Rahmad yang juga alumni jurusan Kepelatihan di Fakultas Pendidikan Olah Raga Kesehatan IKIP Jakarta ini, pengalaman menjadi pemain saja tak cukup untuk menjadi seorang instruktur professional, sehingga ilmu wacana kepelatihan ia dapatkan dari sekolah di luar negeri diatas.

Rahmad memulai sepak terjangnya menjadi instruktur profesional pada 2002 dengan menjadi ajudan instruktur Timnas. Karirnya semakin cemerlang ketika dirinya dipercaya memegang Persipura Jayapura dimana dikala itu Persipura hampir menjadi sejarah saja alias minim prestasi. Namun berkat kelihaiann Rahmad dalam melatih, Persipura yang awalnya mengalami kemunduran sanggup mencetak sejarahnya dengan menjadi juara Liga Indonesia 2005.

Melihat kecemerlanan Rahmad, pihak PSSI mendaulatnya menjadi instruktur Persija. Awalnya Rahmad merasa tersanjung dan mengiyakan tawaran ini. Nmaun sesudah memegang Persija satu ekspresi dominan saja, Rahmad keluar menjdi instruktur Persija tanpa menorehkan prestasi apapun. Pasalnya Rahmad tak diberi kuasa penuh untuk menentukan pemain. Disini, dirinya merasa kurang sreg dengan peraturan ibarat itu.

Rahmad lalu menjadi instruktur Sriwijaya FC. Dimana dirinya diberi kebebasan penuh dalam  melatih. Mulai dari menentukan pemain yang benar-benar berbakat (bukan nepotisme) sampai menentukan strateginya dalam melatih para pemain. Alhasil, Sriwijaya FC sanggup menjadi juara Copa Indonesia tiga kali berturut-turut. 

Rahmad pun berhasil meraih double winnwr ditahun pertama. Padahal targetnya hanya menyebabkan Sriwijaya FC masuk ke Liga Super. Nmaun entah kenapa tiba-tiba Rahmad digantikan oleh Ivan Kolev dengan alasan penyegaran tim (alasan yang dicari-cari). Rahmad lalu ditarik menjadi instruktur Persija lagi ditahun 2010.

Pada tahun 2012 Rahmad menjadi instruktur klub Pelita Jaya yang lalu lanjut menjadi instruktur klub asal Malang yaitu Arema.

Menjadi Pelatih Timnas U-23

Ditahun 2013, Rahmad diangkat menjadi Pelatih Kepala Timnas U-23. Disini Rahmad benar-benar menggembleng pemainnya sehingga menghantarkan Indonesia menjadi masuk dalam akibat di SEA GAMES 2013. Ketika itu, Indonesia melawan Thailand. Walau hanya menjadi Runner-Up dengann skor 1-0 untuk Thailand namun itu yakni prestasi bagi pesepakbolaan Indonesia dimana sebelumnya belum pernah masuk final. Paling mentok Indonesia hanya masuk perempat akibat dan lalu gugur.

Semenjak Indonesia gagal meraih juara 1 di SEA GAMES 2013, Rahmad Darmawan memutuskan pensiun menjadi pelatih.

Keunggulan Sebagai Pelatih


Rahmad Darmawan yakni seorang instruktur yang sangat “lengkap” talentanya. Selain terpelajar dalam memnentukan taktik permainan, Rahmad juga sangat memperhatikan kondisi psikis tiap-tiap pemainnya. Rahmad memposiiskan dirinya sebagai pelatih, guru, sahabat dan juga sahabat. Sebagai teladan ketika Rahmad emegang Sriwijaya FC, dikala itu ada pemainnya yang terlibat perkelahhian dengan supporter dan lalu bermasalah dengna hukum. Rahmad pun mendampingi pemain tersebut sampai masalahnya selesai. Bagi Rahmad pemain juga insan biasa yang sanggup berbuat kesalahan. Disini terlihat Rahmad berposisi tak hanya sebagai instruktur ketika dilapangann saja namun juga sebagai sahabat dan sahabat ketika pemainnya dirundung masalah.

Menurut Rahmad, Indonesia sanggup berprestasi di area Internasional asal benar-benar konsiisten dalam membentuk pemainnya. Tak hanya lihai bermain namun asupan gizi juga sangat diperlukan. Selain itu Indonesia sangat kurang dalam memproduksi instruktur lokal yang berkualitas.

Bagi Rahmad, sah-sah saja mengambil instruktur asing, namun hal itu tak menjamin kesuksesan. Sebagai teladan ketika Indonesia mengambil instruktur yang telah sukses menghantarkan Meksiko ke liga dunia. Namun ketika menangani Indonesia juga tak berhasil. Karena selain faktor pemain, juga faktor iklim serta budaya di Indonesia yang sangat berbeda dengan Meksiko.

Membuat suatu kemajuan di bidang sepakbola memang bakal butuh dana besar dan waktu yang lama. Rahmad menyampaikan bahwa setidaknya butuh waktu 10 tahun untuk mencetak pemain  dann tim yang unggul. Itu pun jikalau pihak terkait benar-benar fokus dalam membentuk tim, mulai dari pemilihan pemain berkualitas unggul usia dini, lalu membentuk abjad menjadi pemain sepakbola yang professional, menyiapkan asupan gizi dan latihan yang modern oleh instruktur berwawasan sepakbola modern, serta sering ikut serta dalam banyak turnamen atau pertandingan melawann tim sepakbola  yang berkualitas.

Tentang sumber dananya, walau dikala ini masih mengandalkan APBD namun jikalau klub di Indonesia konsisten meningkatkan mutu tim dan sanggup menyuguhkan premainan sepakbola yang menarik serta sporrtifitas yang tinggi layaknya Inggris maka pihak sponsor dengan sukarela bakal mengucurkan dananya dengan deras sehingga tak perlu merepotkan anggaran APBD lagi. Selain itu tentu tiket pertandingan yang dijual sanggup berharga semakin mahal untuk tingkatan tertentu misal VVIP, VIP. Inikan juga pemasukan bagi tim teersebut.

Itulah Biografi Rahmad Darmawan. Pelatih terbaik Indonesia tersebut benar-benar telah mmeberikan sumbangsih yang berharga bagi kemajuan sepakbola Indonesia. Semga kedepan pesepakbolaan di Indonesia sanggup benar-benar maju layaknya tim-tim di Eropa.

Biodata Rahmad Darmawan
Nama Lengkap
:
Drs. Rahmad Darmawan
Nama Populer
:
Rahmad Darmawan
Nama Panggilan
:
Coach RD
Tanggal Lahir
:
26 November 1966
Tempat Lahir
:
Kota Metro, Lampung, Indonesia
Hobi
:
Membaca dan Menyanyi
Profesi
:
Pelatih Tim Sepakbola
Keluarga
Nama Istri
:
Eti Yuliana
Nama Anak
:
Febia Albina Darmawan dan Aldi Darmawan
Karir Sebagai Pemain
Lampung (PON ke-11)
Timnas U-23 (1986)
Timnas Senior (1989)
Persija Jakarta (1966)

Karir Kepelatihan Rahmad Darmawan
Asisten instruktur timnas Indonesia (2002)
Pelatih Persikota (2003-2004)
Pelatih Persipura (2005-2006)
Pelatih Persija (2006-2007)
Pelatih Sriwijawa FC (2007-2010)
Pelatih Persija (2010-kini)
Pelatih Timnas U-23 (2011)
Asisten Pelatih Timnas (pra-Piala Dunia 2014)
Buat lebih berguna, kongsi:
close