Siapa sangka hanya dengan bersedekah tiga potong roti saja, seorang tukang basuh selamat dari gigitan ular berbisa. Atas sedekah yang dilakukan, ia menerima ampunan Tuhan SWT atas apa yang telah diperbuatnya.
Bagaimana kisahnya...
"Wahai Isa, tukang basuh itu selalu menahan air, ia meludahi dan mengotorinya. Oleh alasannya ialah itu berdoalah kepada Tuhan SWT semoga ia tidak sanggup kembali, "ujar mereka penuh harap.
Sesuai dengan ajakan mereka, Nabi Isa as pun berdoa kepada Tuhan SWT.
"Ya Allah, kirinkanlah seekor ular kepada tukang basuh itu dan jangan Engkau biarkan ia kembali lagi dalam keadaan hidup."
"Wahai Tuan, apakah Tuan punya suatu masakan yang sanggup diberikan kepadaku? Aku belum makan sesuatu pun, "terang abid kepadanya.
Tanpa banyak pikir, tukang basuh itu eksklusif memberunya sepotong roti miliknya.
"Ambillah sepotong roti ini, "katanya.
Karena merasa bahagia dengan kebaikan itu, abid eksklusif mendoakan tukang basuh tersebut.
"Semoga Tuhan SWT mengampuni dosamu dan membersihkan hatimu."
Tak usang kemudian, tukang basuh itu kembali memberi roti untuk yang kedua, kemudian si Abid berdoa lagi,
"Semoga Tuhan SWT mengampuni dosamu yang telah kemudian dan yang akan datang."
Kemudian dikala tukang basuh itu hampir simpulan mencuci pakaian, ia memperlihatkan lagi sepatong roti kepada abid untuk yang ketiga kalinya. Abid pun lagi-lagi berdoa,
"Wahai tukang cuci, semoga Tuhan SWT membangunkan kau sebuah istana di surga-Nya."
Selanjutnya, tukang basuh itu kembali ke kampungnya. Para penduduk sangat kaget oleh kehadirannya lantaran biasanya doa Nabi Isa as sangatlah makbul. Warga pun melaporkan kedatangan tukang basuh kepada Nabi Isa as.
"Wahai Nabi Isa, si tukang basuh itu kembali lagi ke kampung."
"Kalau begitu, panggillah ia dan suruh menghadap kepadaku, "jawab Nabi Isa as.
Penduduk kampung pun segera memanggil si tukang basuh dan menghadap Nabi Isa as.
"Wahai tukang cuci, ceritakan kepadaku akan kebaikan-kebaikan apa saja yang telah engkau perbuat pada hari ini?" tanya Nabi Isa as.
Si tukang basuh itu kemudian menceritakan semua yang telah ia perbuat, termasuk menceritakan pertemuannya dengan seorang abid.
Si tukang basuh memperlihatkan tasnya kepada Nabi Isa as, kemudian Sang Nabi membuka tasnya. Ternyata di dalam tas si tukang basuh ada seekor ular berwarna hitam yang terbelenggu dengan rantai besi.
Nabi Isa as ialah salah satu nabi pilihan dan rupanya diberikan mukjizat untuk sanggup berbicara kepada hewan layaknya Nabi Sulaiman as. Nabi Isa as bertanya kepada ular hitam itu.
"Wahai ular hita, bagaimana engkau sanggup menyerupai ini? Bukankah engkau dikirim Tuhan SWT untuk menggigit tukang basuh ini?" tanya Nabi Isa as.
"Ya, benari Nabiyullah...akan tetapi tiba-tiba tiba spesialis ibadah turun dari gunung dan meminta makan kepada tukang cuci, kemudian orang itu mendoakan tukang basuh itu sebanyak tiga kali. Sementara itu, ada seorang malaikat berdiri di samping andal ibadah itu dan mengaminkan doanya, "kata si ular.
Ular itu kembali berkata,
"Kemudian Tuhan SWT mengutus seorang malaikat kepadaku dan ia membelengguku dengan rantai besi yang dibawanya."
Kemudian Nabi Isa as berkata kepada tukang cuci,
"Mulailah kau bersedekah dengan baik lantaran Tuhan SWT, lantaran Dia telah mengampunimu."
Bagaimana kisahnya...
Berikut Kisahnya
Seperti yang diceritakan dalam kitab Durratunnasyi'in bahwa pada suatu dikala Nabi Isa as pernah berjalan melewati suatu desa. Di desa tersebut ternyata terdapat tukang basuh yang cukup meresahkan warga setempat. Akhirnya warga mengadu kepada Nabi Isa as. Mereka meminta semoga Nabi Isa as berdoa kepada Tuhan SWT supaya tukang basuh itu pergi dan tak pernah kembali lagi."Wahai Isa, tukang basuh itu selalu menahan air, ia meludahi dan mengotorinya. Oleh alasannya ialah itu berdoalah kepada Tuhan SWT semoga ia tidak sanggup kembali, "ujar mereka penuh harap.
Sesuai dengan ajakan mereka, Nabi Isa as pun berdoa kepada Tuhan SWT.
"Ya Allah, kirinkanlah seekor ular kepada tukang basuh itu dan jangan Engkau biarkan ia kembali lagi dalam keadaan hidup."
Gara-Gara Sedekah
Pada waktu itu, si tukang basuh sedang pergi untuk mencuci pakaian di bersahabat air sambil membawa tiga potong roti. Tiba-tiba saja datanglah seseorang yang andal ibadah (abid) menghampirinya. Ternyata abid itu gres saja melaksanakan ibadah di gunung."Wahai Tuan, apakah Tuan punya suatu masakan yang sanggup diberikan kepadaku? Aku belum makan sesuatu pun, "terang abid kepadanya.
Tanpa banyak pikir, tukang basuh itu eksklusif memberunya sepotong roti miliknya.
"Ambillah sepotong roti ini, "katanya.
Karena merasa bahagia dengan kebaikan itu, abid eksklusif mendoakan tukang basuh tersebut.
"Semoga Tuhan SWT mengampuni dosamu dan membersihkan hatimu."
Tak usang kemudian, tukang basuh itu kembali memberi roti untuk yang kedua, kemudian si Abid berdoa lagi,
"Semoga Tuhan SWT mengampuni dosamu yang telah kemudian dan yang akan datang."
Kemudian dikala tukang basuh itu hampir simpulan mencuci pakaian, ia memperlihatkan lagi sepatong roti kepada abid untuk yang ketiga kalinya. Abid pun lagi-lagi berdoa,
"Wahai tukang cuci, semoga Tuhan SWT membangunkan kau sebuah istana di surga-Nya."
Selanjutnya, tukang basuh itu kembali ke kampungnya. Para penduduk sangat kaget oleh kehadirannya lantaran biasanya doa Nabi Isa as sangatlah makbul. Warga pun melaporkan kedatangan tukang basuh kepada Nabi Isa as.
"Wahai Nabi Isa, si tukang basuh itu kembali lagi ke kampung."
"Kalau begitu, panggillah ia dan suruh menghadap kepadaku, "jawab Nabi Isa as.
Penduduk kampung pun segera memanggil si tukang basuh dan menghadap Nabi Isa as.
"Wahai tukang cuci, ceritakan kepadaku akan kebaikan-kebaikan apa saja yang telah engkau perbuat pada hari ini?" tanya Nabi Isa as.
Si tukang basuh itu kemudian menceritakan semua yang telah ia perbuat, termasuk menceritakan pertemuannya dengan seorang abid.
Diampuni Tuhan SWT
Setelah mendengar semua klarifikasi si tukang cuci, Nabi Isa as kemudian berkata kepadanya,"Bawalah kemari tasmu itu."Si tukang basuh memperlihatkan tasnya kepada Nabi Isa as, kemudian Sang Nabi membuka tasnya. Ternyata di dalam tas si tukang basuh ada seekor ular berwarna hitam yang terbelenggu dengan rantai besi.
Nabi Isa as ialah salah satu nabi pilihan dan rupanya diberikan mukjizat untuk sanggup berbicara kepada hewan layaknya Nabi Sulaiman as. Nabi Isa as bertanya kepada ular hitam itu.
"Wahai ular hita, bagaimana engkau sanggup menyerupai ini? Bukankah engkau dikirim Tuhan SWT untuk menggigit tukang basuh ini?" tanya Nabi Isa as.
"Ya, benari Nabiyullah...akan tetapi tiba-tiba tiba spesialis ibadah turun dari gunung dan meminta makan kepada tukang cuci, kemudian orang itu mendoakan tukang basuh itu sebanyak tiga kali. Sementara itu, ada seorang malaikat berdiri di samping andal ibadah itu dan mengaminkan doanya, "kata si ular.
Ular itu kembali berkata,
"Kemudian Tuhan SWT mengutus seorang malaikat kepadaku dan ia membelengguku dengan rantai besi yang dibawanya."
Kemudian Nabi Isa as berkata kepada tukang cuci,
"Mulailah kau bersedekah dengan baik lantaran Tuhan SWT, lantaran Dia telah mengampunimu."
Buat lebih berguna, kongsi:


