Ingin tahukah dongeng kasatmata ibarat apa yang membenarkan, true story jikalau membaca shalawat mempunyai faedah dan keutamaan yang tak seorang pun menyangkanya.
ada suatu hari, Abu Laits Samarqandi sedang melaksanakan perjalanan bersama ayahnya. Dalam perjalanan tersebut, ternyata takdir Tuhan SWT memilih lain.
Ayahnya jatuh sakit dan tak usang lalu ayahnya kesudahannya meninggal dunia. Lokasi meninggal ayahnya itu sangat jauh dari pemukiman penduduk.
Kini tinggallah Abu Laits seorang diri. Ia sangat duka dan berharap muncul rombongan kafilah yang bisa ia mintai tolong untuk merawat mayat ayahnya tersebut.
Kesedihan Abu Laits kian bertambah sesudah dalam waktu yang sekejap saja, mayat ayahnya di bab wajah tiba-tiba saja menghitam.
"Astaghfirulloh...., ada apa dengan wajah ayahku?" Ya Allah...ampuni dosa dan kesalahan ayahku, "kata Laits dalam hati dengan penuh tanya.
Sambil menunggu rombongan kafilah datang, Abu Laits yang kelelahan dan tak terasa tertidur di samping mayat ayahnya. Dalam tidurnya tersebut, ia bermimpi didatangi oleh sosok cowok yang tampan.
Abu Laits bertanya,
"Siapakah Saudara?"
"Aku yaitu Muhammad bin Abdullah, "jawab cowok itu yang ternyata yaitu Rasulullah SAW.
Maka mengertilah Abu Laits, bahwa yang hadir dalam mimpinya tersebut yaitu utusan Tuhan SWT. Hatinya merasa sangat bangga sekali.
"Ya Rasulullah SAW, apa yang terjadi dengan mayat ayahku?" tanyanya.
"Aku tiba lantaran hendak menziarahi mayat ayahmu, dan izinkan saya untuk membuka kain di wajah ayahmu, "jawab Nabi SAW.
Setelah diizinkan, Rasulullah SAW lalu berdoa kepada Tuhan SAW. Seketika itu juga, Abu Laits melihat mayat pada bab wajah ayahnya yang semula gelap menjadi putih bercahaya.
Karena penasaran, Abu Laits lalu memberanikan diri untuk bertanya kepada Rasulullah SAW.
"Wahai Rasulullah SAW, apakah yang menyebabkan wajah ayahku menjadi hitam?" tanya Abu Laits.
"Ayahmu semasa hidup telah berbuat dosa dalam keadaan orang lain tidak mengetahuinya. Namun saat malam hari, dimana orang lain telah tidur dengan lelapnya, beliau berdiri dan merintih kepada Tuhan SWT. Dia mengadu kepada Tuhan SWT akan hal dirinya yang sering berbuat dosa lantaran tak bisa melawan hawa nafsunya. Ayahmu juga senantiasa berair lidahnya dengan bershalawat untukku. Oleh alasannya yaitu itu, pada hari kematiannya, Tuhan SWT memerintahkan saya untuk menziarahi mayatnya, "jelas Nabi SAW.
Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang senantiasa bertobat atas dosanya, maka ibarat orang yang tiada dosa. Namun dalam keadaan bertobat, hendaklah tobat yang sebenar-benarnya dan hati yang tulus ikhlas."
Terdapat banyak kelebihan bershalawat. Di antaranya Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Orang yang paling utama bagiku di hari tamat zaman yaitu orang yang paling banyak bershalawat untukku. Barangsiapa yang membaca shalawat 100 kali untukku pada hari Jumat, kelak pada hari kiamat, beliau tiba dengan wajah yang bersinar-sinar. Sekiranya sinar itu dibagi-bagikan kepada semua makhluk, pasti mencukupi."
Hebat sekali keutamaan membaca shalat ini. Mari membiasakan diri untuk rajin membaca shlawat setiap hari sekuatnya dan sebanyak-banyaknya.
Kisahnya
ada suatu hari, Abu Laits Samarqandi sedang melaksanakan perjalanan bersama ayahnya. Dalam perjalanan tersebut, ternyata takdir Tuhan SWT memilih lain.
Ayahnya jatuh sakit dan tak usang lalu ayahnya kesudahannya meninggal dunia. Lokasi meninggal ayahnya itu sangat jauh dari pemukiman penduduk.
Kini tinggallah Abu Laits seorang diri. Ia sangat duka dan berharap muncul rombongan kafilah yang bisa ia mintai tolong untuk merawat mayat ayahnya tersebut.
Kesedihan Abu Laits kian bertambah sesudah dalam waktu yang sekejap saja, mayat ayahnya di bab wajah tiba-tiba saja menghitam.
"Astaghfirulloh...., ada apa dengan wajah ayahku?" Ya Allah...ampuni dosa dan kesalahan ayahku, "kata Laits dalam hati dengan penuh tanya.
Mimpi Rasulullah SAW
Sambil menunggu rombongan kafilah datang, Abu Laits yang kelelahan dan tak terasa tertidur di samping mayat ayahnya. Dalam tidurnya tersebut, ia bermimpi didatangi oleh sosok cowok yang tampan.
Abu Laits bertanya,
"Siapakah Saudara?"
"Aku yaitu Muhammad bin Abdullah, "jawab cowok itu yang ternyata yaitu Rasulullah SAW.
Maka mengertilah Abu Laits, bahwa yang hadir dalam mimpinya tersebut yaitu utusan Tuhan SWT. Hatinya merasa sangat bangga sekali.
"Ya Rasulullah SAW, apa yang terjadi dengan mayat ayahku?" tanyanya.
"Aku tiba lantaran hendak menziarahi mayat ayahmu, dan izinkan saya untuk membuka kain di wajah ayahmu, "jawab Nabi SAW.
Setelah diizinkan, Rasulullah SAW lalu berdoa kepada Tuhan SAW. Seketika itu juga, Abu Laits melihat mayat pada bab wajah ayahnya yang semula gelap menjadi putih bercahaya.
Karena penasaran, Abu Laits lalu memberanikan diri untuk bertanya kepada Rasulullah SAW.
"Wahai Rasulullah SAW, apakah yang menyebabkan wajah ayahku menjadi hitam?" tanya Abu Laits.
"Ayahmu semasa hidup telah berbuat dosa dalam keadaan orang lain tidak mengetahuinya. Namun saat malam hari, dimana orang lain telah tidur dengan lelapnya, beliau berdiri dan merintih kepada Tuhan SWT. Dia mengadu kepada Tuhan SWT akan hal dirinya yang sering berbuat dosa lantaran tak bisa melawan hawa nafsunya. Ayahmu juga senantiasa berair lidahnya dengan bershalawat untukku. Oleh alasannya yaitu itu, pada hari kematiannya, Tuhan SWT memerintahkan saya untuk menziarahi mayatnya, "jelas Nabi SAW.
Keutamaan Shalawat
Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang senantiasa bertobat atas dosanya, maka ibarat orang yang tiada dosa. Namun dalam keadaan bertobat, hendaklah tobat yang sebenar-benarnya dan hati yang tulus ikhlas."
Terdapat banyak kelebihan bershalawat. Di antaranya Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Orang yang paling utama bagiku di hari tamat zaman yaitu orang yang paling banyak bershalawat untukku. Barangsiapa yang membaca shalawat 100 kali untukku pada hari Jumat, kelak pada hari kiamat, beliau tiba dengan wajah yang bersinar-sinar. Sekiranya sinar itu dibagi-bagikan kepada semua makhluk, pasti mencukupi."
Hebat sekali keutamaan membaca shalat ini. Mari membiasakan diri untuk rajin membaca shlawat setiap hari sekuatnya dan sebanyak-banyaknya.
Buat lebih berguna, kongsi:

