Assalamu'alaikum...
Tentunya para pembaca blog kisal islami yang budiman ini masih ingat ihwal Nabi as yang menerima perintah dari Tuhan SWT semoga menciptakan kapal besar yang sanggup mengangkut semua pasang makhluk hidup.
Tuhan SWT akan mengirimkan bala kepada orang-orang yang tidak mempercayai kerasulan Nabi Nuh as. Nabi Nuh as diutus untuk memberikan bahwa risalah, hanya Tuhan SWT saja yang patut untuk disembah.
Manusia di bumi dikala itu tidak percaya sama sekali dengan risalah Nabi Nuh as sampai Tuhan SWT akan mengirimkan banjir bandang ke seluruh bumi.
Ketika kapal sudah jadi, Nabi Nuh as serta pengikutnya yang hanya sedikit mulai mengumpulkan makhluk hidup sepasang demin sepasang dan dinaikkan ke atas kapal.
Tanpa disadari oleh pengikut Nabi Nuh as, ternyata di dalam rombongan tersebut ada Iblis yang turut menumpang. Hanya Nabi Nuh as yang menyadari akan kedatangan musuh Tuhan SWT ini.
Ketika melihat Iblis, Nabi Nuh pun berdialog dengan Iblis. Dan ternyata memang Tuhan SWT mempunyai rencana. Di situlah Iblis membeberkan startegi untuk memperdayai manusia.
Bersama dengan semua pengikutnya, Nabi Nuh as mulai memperhatikan satu persatu seluruh pasangan makhluk hidup yang ada di bumi dan yang sudah dinaikkan ke kapal.
Hujan mulai turun membasahi bumi. Diperhatikannya satu persatu yang hadir di kapal. Tiba-tiba saja matanya tertuju kepada seorang pria bau tanah yang tak dikenalnya.
"Siapaksh Anda?" tanya Nabi Nuh as.
"Aku ialah Iblis, "jawab lelaki bau tanah tersebut.
"Kenapa engkau mau ikut kami?" tanya Nabi Nujh as lagi.
"Aku ke sini bukan mau ikut kapalmu maupun ingin selamat bersamamu. Tapi saya hanya ingin mengganggu hati para pengikutmu. Biarlah badan mereka bersamamu asalkan hati mereka bersamaku, "jawab Iblis terus terang.
Mendengar legalisasi Iblis ini, Nabi Nuh as murka dan mencoba mengusirnya.
"Keluarlah wahai musuh Tuhan !" hardik Nabi Nuh asa.
Namun Iblis tak menjawabnya apakah mau tetap tinggal di kapal atau keluar dari kapal. Begitulah sedikit dongeng Nabi Nuh as dengan Iblis dikala naik kapal.
Tentunya para pembaca blog kisal islami yang budiman ini masih ingat ihwal Nabi as yang menerima perintah dari Tuhan SWT semoga menciptakan kapal besar yang sanggup mengangkut semua pasang makhluk hidup.
Tuhan SWT akan mengirimkan bala kepada orang-orang yang tidak mempercayai kerasulan Nabi Nuh as. Nabi Nuh as diutus untuk memberikan bahwa risalah, hanya Tuhan SWT saja yang patut untuk disembah.
Manusia di bumi dikala itu tidak percaya sama sekali dengan risalah Nabi Nuh as sampai Tuhan SWT akan mengirimkan banjir bandang ke seluruh bumi.
Ketika kapal sudah jadi, Nabi Nuh as serta pengikutnya yang hanya sedikit mulai mengumpulkan makhluk hidup sepasang demin sepasang dan dinaikkan ke atas kapal.
Tanpa disadari oleh pengikut Nabi Nuh as, ternyata di dalam rombongan tersebut ada Iblis yang turut menumpang. Hanya Nabi Nuh as yang menyadari akan kedatangan musuh Tuhan SWT ini.
Ketika melihat Iblis, Nabi Nuh pun berdialog dengan Iblis. Dan ternyata memang Tuhan SWT mempunyai rencana. Di situlah Iblis membeberkan startegi untuk memperdayai manusia.
Iblis Menyusup ke Kapal Nabi Nuh as
Bersama dengan semua pengikutnya, Nabi Nuh as mulai memperhatikan satu persatu seluruh pasangan makhluk hidup yang ada di bumi dan yang sudah dinaikkan ke kapal.
Hujan mulai turun membasahi bumi. Diperhatikannya satu persatu yang hadir di kapal. Tiba-tiba saja matanya tertuju kepada seorang pria bau tanah yang tak dikenalnya.
"Siapaksh Anda?" tanya Nabi Nuh as.
"Aku ialah Iblis, "jawab lelaki bau tanah tersebut.
"Kenapa engkau mau ikut kami?" tanya Nabi Nujh as lagi.
"Aku ke sini bukan mau ikut kapalmu maupun ingin selamat bersamamu. Tapi saya hanya ingin mengganggu hati para pengikutmu. Biarlah badan mereka bersamamu asalkan hati mereka bersamaku, "jawab Iblis terus terang.
Mendengar legalisasi Iblis ini, Nabi Nuh as murka dan mencoba mengusirnya.
"Keluarlah wahai musuh Tuhan !" hardik Nabi Nuh asa.
Namun Iblis tak menjawabnya apakah mau tetap tinggal di kapal atau keluar dari kapal. Begitulah sedikit dongeng Nabi Nuh as dengan Iblis dikala naik kapal.
Buat lebih berguna, kongsi:

