Kisah Janjkematian Nabi Yahya As

Nabi Yahya as yakni seorng Nabi yang tak pernah takut sedikitpun memberikan kebenaran kepada umatnya. Bahkan demi membela kebenaran, ia pun rela dibunuh oleh penguasa pada ketika itu. Berdakwah tidak setengah hati dilakukan oleh Nabi Yahya as terhadap siapa pun termasuk kepada sanga penguasa.

Beliau tetap konsisten menyampaikan yang benar itu benar, dan yang salah tetaplah salah. Salah satu misalnya yakni pada ketika ia menegaskan penolakan terhadap ijab kabul Raja Herodus dan putri kandungnya sendiri yang berjulukan Hirodia. Sangatlah terang jika ijab kabul dengan anak kandung itu yakni hal yang sangat dilaknat Yang Mahakuasa SWT.

Bagaimana kisahnya.

Berikut Kisahnya

Nabi Yahya as hidup pada masa Raja Herodus. Dia yakni seorang raja yang bengis dan kejam. Namun begitu, Nabi Yahya as tak pernah kenal lelah berdakwah, tidak setengah-setengah. Pada waktu itu, Raja Herodus ingin memperistri anaknya sendiri yang berjulukan Hirodia, sebagai permaisurinya.
Kedua manusia ini sudah sepakat, seia sekata dan hanya memerlukan persetujuan Nabi Yahya as, alasannya Nabi Yahya as ketika itu adalahorang yang sangat dipercaya oleh rakyatnya. Namun Nabi Yahya as menolak menyetujui ijab kabul antara ayah dan anak tersebut.

Calon permaisuri telah mendengar kabar informasi tersebut, alasannya ia memang mencari tahu apa penyebab molornya program ijab kabul tersebut. Hirodia sangat murka mendengar keputusan Nabi Yahya as dan bermaksud menciptakan makar terhadap Nabi Yahya as.

Maka ditemuilah Raja Herodus untuk memuluskan rencanaya.
"Sekiranya engkau benar-benar cinta kepadaku, saya ingin bukti darimu, "Ucap Hirodia kepada Raja Herodus.
"Bukti apa yang engkau inginkan?" tanya Raja Herodus.
"Aku ingin Tuanku membunuh Nabi Yahya as biar tak ada lagi yang menghalangi planning ijab kabul kita, "jelas Hirodia.

Nabi Yahya as Wafat

Mendapatkan seruan calon permaisurinya itu, Raja Herodus yang populer sangat kejam tak mau berpikir panjang lagi alasannya kecantikan Hirodia bagai bulan purnama, matanya yang jernih bagai bintang kejora dan tubuhnya ramping seksi dengan rambutnya yang panjang sehingga menciptakan makin indah dipandang.

Raja Herodus eksklusif memerintahkan para prajuritnya untuk segera menangkap Nabi Yahya as dan memasukkannya ke dalam penjara.






"Wahai Yahya, jelaskan padaku kenapa engkau melarang ijab kabul kami, "tanya Raja Herodus.
"Ketahuilah bahwa Yang Mahakuasa SWT melarang ijab kabul antara ayah dan anak. Yang Mahakuasa SWT juga melaknat siapa saja yang melaksanakan ijab kabul menyerupai itu, "jawab Nabi Yahya as.
"Kami tidak peduli, kini akuilah dan umumkanlah kepada rakyatku bahwa engkau merestui planning ijab kabul kami, "ujar Raja Herodus.
"Demi Yang Mahakuasa SWT, saya tidak akan menyampaikan benar bila kenyataannya salah, "jawab Nabi Yahya as tidak gentar.

"Baiklah jika kau tidak mau merestui, maka engkau akan saya bunuh, "ancam Raja Herodus.
"Tak ada sesuatu yang saya takuti kecuali azab Yang Mahakuasa SWT, "jawab Nabi Yahya as dengan tenangnya.




Akhirnya Raja Herodus menyuruh para prajuritnya untuk membunuh Nabi Yahya as. Darah segar pun mengucur dengan deras mengiringi kematiannya. Nabi Yahya as wafat dalam memegang teguh syariat agama Yang Mahakuasa SWT. Oleh alasannya itu, Yang Mahakuasa SWT melaknat dan mengutuk jekejaman Raja Herodus, sehingga ditegaskan dalam Al Qur’an Surat An Nisa’ ayat 93.

Yang Mahakuasa SWT berfurman,

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Artinya:
"Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka hasilnya ialah Jahannam, awet ia di dalamnya dan Yang Mahakuasa murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya."
Buat lebih berguna, kongsi:
close