Para pengunjung blog Muhammad mawhiburrahman yang terhormat pada artikel kali ini kami menapilkan artikel tetang Nabi Muhammad Saw Pemimpin Sejati sebagai berikut
Suatu saat Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sobat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar suara menggerutup seperti sendi-sendi pada badan Rasulullah bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu pribadi bertanya sesudah tamat sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seperti tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, saya sehat dan segar.”
Mendengar balasan ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seperti sendi bergesekan di badan tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”
Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sobat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi kerikil kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menjadikan bunyi-bunyi halus setiap kali badan Rasulullah bergerak.
Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah jikalau Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kemudian kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan saya jawab di hadapan Allah nanti, apabila saya sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”
Para sobat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, semoga umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.
Subhanallah begitu besar kecintanan Nabi kepada umat dan kita sebagai umatnya sudahkah mencontoh Nabi?
demikian artikel yang dapat kami berikan mudah-mudahan bermanfaat amiin trimakasi atas kunjungannya.
Suatu saat Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sobat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar suara menggerutup seperti sendi-sendi pada badan Rasulullah bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu pribadi bertanya sesudah tamat sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seperti tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, saya sehat dan segar.”
Mendengar balasan ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seperti sendi bergesekan di badan tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”
Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sobat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi kerikil kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menjadikan bunyi-bunyi halus setiap kali badan Rasulullah bergerak.
Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah jikalau Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kemudian kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan saya jawab di hadapan Allah nanti, apabila saya sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”
Para sobat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, semoga umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.
Subhanallah begitu besar kecintanan Nabi kepada umat dan kita sebagai umatnya sudahkah mencontoh Nabi?
demikian artikel yang dapat kami berikan mudah-mudahan bermanfaat amiin trimakasi atas kunjungannya.
Buat lebih berguna, kongsi:

