Pada suatu ketika, ada orang Yahudi naik ke atap rumah dan dia membawa sebongkah kerikil besar untuk dilemparkan kepada Rasulullah SAW yang akan melintas. Namun, ternyata ada maliaikat yang lebih dulu mengabarkan niat jahat tersebut sehingga selamarlah Rasulullah SAW dari bahaya musuh.
Pada masa lalu, mereka sudah menciptakan kesepakatan bersama Rasulullah SAW untuk tinggal bantu-membantu secara tenang dan tidak menciptakan masalah. Namun, belakangan ini mereka melanggar kesepakatan tersebut dengan bersekongkol dengan musuh-musuh Nabi. Rasulullah SAW sudah mendengar gosip ini, namun dia tetap tenang.
Beliau kemudian mengajak sahabat-sahabatnya untuk menemui mereka. Rasulullah SAW menyukai orang yang memenuhi janji, sedangkan kepada mereka yang tidak menepati janjinya, dia akan menawarkan peringatan dengan lembut. Rasulullah selalu mencari kedamaian dan persaudaraan.
Ketika itu, orang-orang Yahudi menyambut Rasulullah SAW dengan hangat. Mereka tersenyum dan memuji dia meski pada kenyatannya tidak begitu. Rasulullah SAW bersama beberapa sahabat duduk di jalan dan bersandar di dinding. Beberapa orang yang licik melihat hal itu sebagai sebuah kesempatan.
"Ini ialah dikala yang sempurna untuk membunuh Muhammad! Ayo naik ke atap rumah itu, kemudian kita jatuhkan kerikil ke arahnya. Dengan begitu kita dapat menyingkirkannya,"bisik mereka kepada temannya.
"Tapi siapa yang akan melakukannya?" tanya mereka.
"Aku akan melakukannya," kata lelaki jahat yang gres datang.
"Kalau kalian melaksanakan itu, Yang Mahakuasa akan memberitahukannya dan berarti kalian melanggar perjanjian tenang yang sudah kalian tanda tangani dengannya. Tolong hentikan planning itu, "kata salah seorang Yahudi berilmu memperingati mereka.
Namun orang-orang jahat itu tidak mengindahkannya sama sekali. Kemudian mereka mengambil sebongkah kerikil dan memanjat atap rumah itu. Mereka berencana akan menjatuhkannya ke arah Rasulullah SAW. Tapi Yang Mahakuasa SWTYang Maha Tinggi tentu saja tidak ingin Nabi-Nya masuk dalam perangkap itu. Melalui Malaikat Jibril, Yang Mahakuasa SWT memberitahukan planning tersebut kepada Nabi.
Begitu mendapat gosip itu, Rasulullah SAW pribadi meninggalkan daerah itu tanpa meninjukkan kekhawatiran ataupun rasa takut. Itulah cara Yang Mahakuasa SWT Maha Tinggi menyelamatkan Nabi-Nya dengan cepat.
Setelah Rasulullah SAW pergi, salah seorang di antara mereka yang berda di daerah itu berkata kepada yang lainnya,
"Kalian tahu kenapa dia tiba-tiba bangun kemudian pergi?"
"Dia sudah diberitahu wacana planning kalian, "ucapnya.
"Bagaimana kau tahu akan hal itu?" tanya mereka.
"Dia itu Nabi. Semua tanda yang ada padanya sudah tertera dalam Al Qur'an. Dia itu nabi yang terakhir dan itu sudah jelas."
"Baiklah, kemudian apa saranmu?" ucap mereka.
"Terimalah Islam. Bergabunglah dengan para sahabat Muhammad SAW. Dengan begitu, kalian akan dapat menyelamatkan diri kalian dan belum dewasa kalian," ucap laki-laki itu.
"Tidak. Kami tidak akan pernah meninggalkan jalan kami," bantah mereka.
Setelah itu Rasulullah SAW menawarkan waktu 10 hari kepada Bani Nadir untuk memperbaharui perjanjian di antara mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau memikirkannya sehingga Rasulullah dan bala tentaranya pun mengepung benteng mereka yang pada hasilnya Yahudi menyerah.
Rasulullah SAW tidak menyakiti satu pun dari mereka akan tetapi mereka diminta meninggalkan daerah itu meuju daerah yang lain. Dengan begitu mereka tidak akan dapat menciptakan makar lagi kepada kaum muslim. Bani Nadir kemudian memuat barang-barang mereka ke atas punggung unta dan pergi ke Khaibar, daerah orang-orang Yahudi lain tinggal.
Kisahnya
Ada beberapa orang Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah dan salah satu di antara mereka ialah Bani Nadir yang artinya "Anak-anak Nadir". Suku ini populer dengan kekayaannya, mereka hidup dengan ternak mereka yang besar dan kuat.Pada masa lalu, mereka sudah menciptakan kesepakatan bersama Rasulullah SAW untuk tinggal bantu-membantu secara tenang dan tidak menciptakan masalah. Namun, belakangan ini mereka melanggar kesepakatan tersebut dengan bersekongkol dengan musuh-musuh Nabi. Rasulullah SAW sudah mendengar gosip ini, namun dia tetap tenang.
Beliau kemudian mengajak sahabat-sahabatnya untuk menemui mereka. Rasulullah SAW menyukai orang yang memenuhi janji, sedangkan kepada mereka yang tidak menepati janjinya, dia akan menawarkan peringatan dengan lembut. Rasulullah selalu mencari kedamaian dan persaudaraan.
Berbuat Makar
Ketika itu, orang-orang Yahudi menyambut Rasulullah SAW dengan hangat. Mereka tersenyum dan memuji dia meski pada kenyatannya tidak begitu. Rasulullah SAW bersama beberapa sahabat duduk di jalan dan bersandar di dinding. Beberapa orang yang licik melihat hal itu sebagai sebuah kesempatan.
"Ini ialah dikala yang sempurna untuk membunuh Muhammad! Ayo naik ke atap rumah itu, kemudian kita jatuhkan kerikil ke arahnya. Dengan begitu kita dapat menyingkirkannya,"bisik mereka kepada temannya.
"Tapi siapa yang akan melakukannya?" tanya mereka.
"Aku akan melakukannya," kata lelaki jahat yang gres datang.
"Kalau kalian melaksanakan itu, Yang Mahakuasa akan memberitahukannya dan berarti kalian melanggar perjanjian tenang yang sudah kalian tanda tangani dengannya. Tolong hentikan planning itu, "kata salah seorang Yahudi berilmu memperingati mereka.
Namun orang-orang jahat itu tidak mengindahkannya sama sekali. Kemudian mereka mengambil sebongkah kerikil dan memanjat atap rumah itu. Mereka berencana akan menjatuhkannya ke arah Rasulullah SAW. Tapi Yang Mahakuasa SWTYang Maha Tinggi tentu saja tidak ingin Nabi-Nya masuk dalam perangkap itu. Melalui Malaikat Jibril, Yang Mahakuasa SWT memberitahukan planning tersebut kepada Nabi.
Begitu mendapat gosip itu, Rasulullah SAW pribadi meninggalkan daerah itu tanpa meninjukkan kekhawatiran ataupun rasa takut. Itulah cara Yang Mahakuasa SWT Maha Tinggi menyelamatkan Nabi-Nya dengan cepat.
Kabar dari Malaikat
Setelah Rasulullah SAW pergi, salah seorang di antara mereka yang berda di daerah itu berkata kepada yang lainnya,
"Kalian tahu kenapa dia tiba-tiba bangun kemudian pergi?"
"Dia sudah diberitahu wacana planning kalian, "ucapnya.
"Bagaimana kau tahu akan hal itu?" tanya mereka.
"Dia itu Nabi. Semua tanda yang ada padanya sudah tertera dalam Al Qur'an. Dia itu nabi yang terakhir dan itu sudah jelas."
"Baiklah, kemudian apa saranmu?" ucap mereka.
"Terimalah Islam. Bergabunglah dengan para sahabat Muhammad SAW. Dengan begitu, kalian akan dapat menyelamatkan diri kalian dan belum dewasa kalian," ucap laki-laki itu.
"Tidak. Kami tidak akan pernah meninggalkan jalan kami," bantah mereka.
Setelah itu Rasulullah SAW menawarkan waktu 10 hari kepada Bani Nadir untuk memperbaharui perjanjian di antara mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau memikirkannya sehingga Rasulullah dan bala tentaranya pun mengepung benteng mereka yang pada hasilnya Yahudi menyerah.
Rasulullah SAW tidak menyakiti satu pun dari mereka akan tetapi mereka diminta meninggalkan daerah itu meuju daerah yang lain. Dengan begitu mereka tidak akan dapat menciptakan makar lagi kepada kaum muslim. Bani Nadir kemudian memuat barang-barang mereka ke atas punggung unta dan pergi ke Khaibar, daerah orang-orang Yahudi lain tinggal.
Buat lebih berguna, kongsi:

